Terbitlah mentari, beriringan dengan kesuksesan dan rezeki yang Dia ingin tampakkan

Terbitlah mentari, beriringan dengan kesuksesan dan rezeki yang Dia ingin tampakkan
Alice Springs, Australia. (2009)

Jumat, 19 April 2013

Tata Cara Berargumentasi sebagai Metode Penyampaian Pendapat



Pernahkah teman teman menyampaikan pendapat? atau pernah merasakan sulitnya meyakini seseorang ketika berpendapat? baik dalam diskusi, berdebat atau apapun hal tersebut kita akan sering bertemu dengan cara berargumentasi demi meyakinkan seseorang ataupun publik.

Untuk menyampaikan pendapat untuk meyakinkan seseoarang, teman teman akan kerap bertemu dengan satu paragraf, yakni paragraf argumentasi. Sebuah paragraf dengan tujuan untuk meyakinkan seseorang untuk seseorang terhadap suatu hal dengan penjelasan yang runtut sistematis dan mudah diikuti.

Dalam tulisan ini, akan saya coba bagi beberapa pengetahuan saya terkait struktur paragraf argumentasi. sejatinya tak ada format yang baku, namun ini yang umumnya digunakan.

Dalam berdebat, kita akan berusaha menyampaikan pendapat untuk dapat memberi pemahaman kepada publik yang pada akhirnya kita harus bisa menangkan pikiran publik tersebut.
Paragraf argumentasi terdiri dari 4 komponen,

1. Assertion, -- 
adalah nama/judul/tema dari argumen yang kita sampaikan. dia adalah intisari dari paragraf secara keseluruhan yang ingin disampaikan, ibarat dalam kesusastraan bahasa indonesia assertion adalah kalimat utama, kalimat yang berisi ide pokok atau ide utama dari argumen yang kita sampaikan. Umumnya berupa kalimat yang terdiri dari 3- 8 kata. Contoh: Permasalahan/mosi yang diperbincangkan adalah "Penghapusan Ujian Nasional". Contoh assertion dari argumen pertama yang kita sampaikan ketika berada diposisi kontra mosi adalah,

"Ujian nasional adalah standar ukuran mutu pendidikan menengah nasional dalam suatu negara".

2. Reasoning, --
adalah alasan alasan penjabaran dari kalimat utama/ide pokok yang sebelumnya diutarakan. Reasoning merupakan ungkapan ungkapan detail yang mendukung kalimat utama, dia menjelaskan, mendeskripsikan dan memaparkan apa yang sebenarnya dimaksudkan oleh kalimat utama. Umumnya berupa 3-5 kalimat. Contohnya: masih selaras dengan assertian diatas,

"Ujian nasional sebagai praktik ujian yang dilaksanakan secara menyeluruh di Indonesia  memungkinkan penilaian keberhasilan secara nasional pula. Pelaksanaannya yang secara nasional, serentak, sama dan merata dapat menjadi ukuran seperti apa pendidikan menengah yang di Indonesia ini menggapai kualitas nasional. hanya dengan metode ujian nasional, kita dapat mengukur kualitas".

3. Evidence, --
adalah contoh/bukti/permisalan/fakta/data/olahan data yang kita sampaikan. Evidence masuk dalam struktur ketiga setelah reasoning, evidence berfungsi untuk lebih menguatkan secara riil dan faktual seperti apa gambaran reasoning sesuai dengan keadaan nyata. Evidence memberikan dukungan atas reasoning lewat pemahaman kenyataan atas kesesuaian argumen. Evidence harus dapat menyebutkan sumber yang diambil, sehingga dapat memberikan rasa kepercayaan kepada publik.
Contoh lagi:

"Untuk mengilustrasikan, berdasarkan survey lokal dari global research xx  ketika di negara x yang semula menerapkan ujian regional dengan tingkat kesusahan ujian yang berbeda, membuat sulit menghitung pengukuran pendidikannya secara nasional. Di negara y, pada tahun 20xx setelah diadakan UN, jumlah siswa SMA yang lulus adalah sekitar xx %. Hal ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya xx%. sebuah survey dari lembaga statistik xy. Hal ini menunjukkan ujian nasional metode ukuran nasional yang lebih baik".

4. Link-Back, --
Link-back adalah kalimat akhir, adalah kesimpulan dari semua yang dibahas diatas. Link back memberikan satu kalimat penutup berisi penegasan kembali atas assertion, dengan mengungkapkan kembali ide pokok dengan bahasa penutup. Umumnya hanya 1-2 kalimat. Contohnya:

"Pada akhirnya, ujian nasional dibutuhkan sebagai metode dan standar nasional dalam suatu negara".


Kalau digabung dalam satu paragraf, maka:

Ujian nasional sebagai standar dan metode nasional

"Ujian nasional adalah standar ukuran mutu pendidikan menengah nasional dalam suatu negara. Ujian nasional sebagai praktik ujian yang dilaksanakan secara menyeluruh di Indonesia  memungkinkan penilaian keberhasilan secara nasional pula. Pelaksanaannya yang secara nasional, serentak, sama dan merata dapat menjadi ukuran seperti apa pendidikan menengah yang di Indonesia ini menggapai kualitas nasional. hanya dengan metode ujian nasional, kita dapat mengukur kualitas. Untuk mengilustrasikan, berdasarkan survey lokal dari global research xx  ketika di negara x yang semula menerapkan ujian regional dengan tingkat kesusahan ujian yang berbeda, membuat sulit menghitung pengukuran pendidikannya secara nasional. Di negara y, pada tahun 20xx setelah diadakan UN, jumlah siswa SMA yang lulus adalah sekitar xx %. Hal ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya xx%. sebuah survey dari lembaga statistik xy. Pada akhirnya, ujian nasional dibutuhkan sebagai metode dan standar nasional dalam suatu negara.




Seperti itulah rekan rekan cara menyusun paragraf argumentasi yang sistematis. kalau rekan rekan merasa sulit untuk mengingatnya, hafal saja A-R-E-L . Assertion, Reasoning, Evidence, Link Back. Mudah kan? Nah! sebelum itu ada beberapa hal yang saya perlu rekan rekan untuk mengingat ketika mempraktikan hal ini:

1. Satu paragraf untuk satu ide. Pastikan satu ide pokok hanya tertuang oleh satu paragraf argumentasi. artinya, kalau teman teman memiliki 3 ide pokok yang ingin disampaikan, berarti sampaikanlah dalam 3 paragraf argumentasi.

2. Perhatikan urutan sistematik komponen paragraf, selalu pastikan satu dengan lain saling mendukung, jangan sampai kontradiktif. Sebab paragraf yang satu dan komponen lain saling kontradiktif/tak sesuai dapat dengan mudah dipatahkan.

3. Selalu sertakan sumber data atau evidence yang digunakan.

4. Perbanyak diskusi, baca buku dan mencari informasi. Hal ini memudahkan dalam penyampaian pendapat pada umumnya.


Sekian rekan rekan sedikit ilmu yang dapat saya bagi, semoga dapat memberi sedikit pencerahan. Sekali lagi, paragraf ini akan sangat berguna ketika rekan rekan ada dalam situasi berdiskusi dengan tujuan meyakinkan seseorang/publik, baik dalam tulisan maupun format yang digunakan ketika mengutarakan pendapat.

Akhir kata, Selamat mencoba! Practice makes perfect! 

Buena suerte! :)


"Debate is a verbal fisticuffs, in order to win public brains". 

1 komentar: